Selasa, 29 Mei 2012

Al-Jihad

Sudah dikabarkan oleh Nabi saw., tentang kondisi ummat Islam saat ini.
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
« لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ ». قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ « فَمَنْ ».
Kalian sungguh-sungguh akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sampai seandainya mereka masuk ke lubang dhabb[1], niscaya kalian akan masuk pula ke dalamnya. Kami tanyakan: “Wahai Rasulullah, apakah mereka yang dimaksud itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau berkata: “Siapa lagi kalau bukan mereka?”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda yang senada dengan hadits di atas dalam hadits yang dibawakan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:
لاََ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِي بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ فَقَالَ وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَئِكَ.
“Tidak akan tegak hari kiamat sampai umatku mengambil jalan hidup umat sebelumnya sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. Maka ditanyakan kepada beliau: “Wahai Rasulullah, seperti Persia dan Romawi?”[2] Beliau menjawab: “Siapa lagi dari manusia kalau bukan mereka?” (HR. Al-Bukhari no. 7319)

Trend manusia bergaya barat

Perilaku para pejabat, para pemimpin, para birokrat, para selebritis yang berlomba-lomba hidup hedonis dan materialistis sangat kontras dalam kehidupan kita. Menganggap segala yang datang dari barat dianggap modern. Kemajuan teknologi kaum kafir (orang barat) seakan memukau dan melupakan kepada Tuhannya yakni Allah swt. Mengadopsi sumber hukum dari barat, selalu memuja HAM, sistem pemerintahan bergaya barat yakni demokrasi. Padahal demokrasi telah nyata-nyata menghancurkan Eropa.

Penganut liberal dan pluralis

Bagi orang-orang muslim yang dengan teguh mempertahankan ajaran dienul Islam yang kaffah dan lurus serta murni akan dihadang oleh para penganut faham liberal dan orang-orang pluralis. Tidak tanggung-tanggung bahwa yang menganut pluralis adalah para pemimpin dan petinggi negara ini. Berbagai tekanan dan kepentingan asing, dibela mati-matian laksana perintah sang majikan. Rakyat dilupakan karena memang butuhnya kepada rakyat hanya saat pemilihan umum saja.

Kiamat hampir tegak

Saudaraku sekalian, buat kita takut untuk menyampaikan kebenaran, toh kematian itu pasti datang dan sebaik-baik kematian adalah dalam medan jihad fisabilillah, bukan kematian di atas kasur yang empuk, bukan kematian dalam pelukan istri tercinta, bukan kematian dalam glamornya pesta, bukan kematian pada saat mencapai puncak jabatan.

Kekacauan kehidupan hampir menyelimuti dunia ini, fitnah telah tersebar merata, peperangan sedang berlangsung hampir di semua negara. Kenapa masih betah dalam hura-hura, haha..hihi dalam pesta, masih larut dalam tawa terbahak-bahak, tidak ingatkan sang malaikal maut hampir menjemput.

Ya kiamat hampir tegak, apakah masih akan menunggu saat terbelalak mata dan hampir loncat bola mata karena ketakutan yang luar biasa ketikan kematian dan matahari terbit dari barat.

Pintu jihad telah terbuka
Waktunya pintu jihad semakin terbuka, coba tengoklah di sekitar kita, ummat Islam semakin melemah dan di tindas tanpa mendapat perlawanan. Bangkitkan gairah berjihad fisabilillah untuk menegakkan syariat islam, untuk membela agama Allah swt. Sambutlah kematian khusnul khotimah, raihlah kematian sebagai syuhada, yang diridhoi Allah swt., disambut barisan malaikat, diberikan wewangian yang sangat semerbak. Wahai pejuang Islam Indonesia ayo sama-sama kita rapatkan barisan dan langkah untuk menyambut kemenangan kedua sebagai pemimpin dunia yang amanah, aamiin

Sabtu, 26 Mei 2012

Syirik

Ani'budulloha wajtanibuttoghut (beribadahlah kepada Alloh swt., dan jauhi toghut) adalah prinsip hidup yang harus terpatri dalam qalbu manusia. Karena hal ini sejalan dengan firman Alloh swt. surat Adz-Dzariyaat ayat ke 56 yang maknanya adalah "tidak semata-mata Alloh swt. menciptakan Jin dan Manusia, kecuali hanya untuk beribadah (mengabdi) kepada-Nya".

Apabila logika terbalik yakni menuruti apa-apa yang diinginkan toghut, dan mengabaikan ketaatan kepada Alloh swt. jelas termasuk syirik. Dan bahaya terbesar dan diancam azab neraka, bahkan tidak mendapat ampunan Alloh swt. bilamana meninggal dunia dalam keadaan belum bertaubat dari kesyirikan. Aku berlindung kepada Alloh swt. dari yang namanya "syirik".

Meyakini akan aturan yang dibuat manusia untuk urusan dunia ini sebagai sesuatu yang sudah final, artinya menempatkan aturan/hukum buatan manusia di atas aturan Yang Mahapencipta yakni Alloh swt. Hal ini merusak tauhid manusia, yang seharusnya seluruh manusia wajib mentauhidkan Alloh swt.

Meyakini suatu azas/dasar hukum buatan manusia dan dianggap memiliki "kesaktian", jelas dan nyata sekali hal ini adalah syirik.

Mengikuti permainan orang-orang kafir yang sudah menjelma jadi toghut, dan selalu menjadikan karib/sahabat, hal ini sudah termasuk menjadi bagian dari orang-orang kafir. Karena memiliki suatu ketaatan kepada makhluq dan mengabaikan perintah Alloh swt., jelas bahwa ini adalah syirik.

Wahai saudaraku se-iman, bahwa perjuangan mentauhidkan Alloh swt., saat ini sangat butuh kesabaran. Karena abad fitnah telah merajalela. "Bersegeralah kepada ampunan Alloh swt, dan surga dan luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang bertaqwa". QS Ali Imran:33.

Syaikh Utsaimin

 
Sumber : youtube.com

Rabu, 02 Mei 2012

Menerima Islam harus Kaffah

Menerima syariat Islam secara menyeluruh (kaffah) merupakan suatu keniscayaan, dimana kebanyakan manusia mengingkarinya. Menerima ajaran Islam sebagian-sebagian, terlebih dipilih-pilih hanya apabila menguntungkan bagi dirinya adalah fenomena yang terjadi saat ini. Ketika Islam mewajibkan mencari nafkah, pada umumnya manusia menerima dengan antusias, karena di dalamnya terkait keuntungan, penghasilan, kesenangan, kenikmatan, dll. Ketika Islam mewajibkan kepada para suami untuk menafkahi keluarga, juga masih diterima dan dilakukan pada umumnya. Akan tetapi ketika Islam mewajibkan jihad fi sabilillah, misalnya menuntut ilmu (ilmu syar'i) yakni dienul Islam, maka mulailah muncul berbagai alasan untuk menghindarinya, sibuklah, capelah, tidak punya waktulah, dan alasan-alasan lain. Apalagi ketika Islam mewajibkan kepada setiap muslimim untuk berjihad menegakkan syariat Islam, makin tambah banyak alasan-alasan yang intinya menghindar. Kenapa hanya sedikit orang yang tergerak untuk berjihad, karena hal itu bersebrangan dengan hawa nafsu yang cenderung kepada dunia ini. Muncul kekhawatiran dan ketakutan ketika akan menegakkan jihad yang sesungguhnya yakni menegakkan syariat Islam, hanya tunduk dan taat pada aturan Allah swt. Kekhawatiran dan ketakutan yang muncul dari dalam diri, kemudian dihasut oleh bujukan syetan yang menyeru "udahlah ga usah macem-macem, tuh urusi aja keluarga, supaya makan enak, tidur nyenyak, bisa rekreasi, hiburan terus-menerus, buat apa berjihad, kapan kamu menikmati hidup ini.....dst. bisikan syetan yang seolah-olah dianggap kata hatinnya". Belum lagi dari kebencian kaum kafir (yahudi dan nasrani) yang sampai kapanpun mereka tidak akan rela apabila Islam tegak berdiri, Islam jaya. Oleh karena itu saudaraku hidup ini hanyalah persinggahan yang sangat singkat, ibarat berteduh di bawah pohon kemudian melanjutkan lagi perjalanan. Lebih baik dicaci kebanyakan manusia, asalkan Allah swt. ridho kepada kita, sehingga kita mendapat ampunan dan rahmat-Nya, aamiin.